Borneo FC menurunkan skuad terbaik mereka, dengan Adi Eko Jayanto mengenakan ban kapten. Duet maut Hugo Samir dan Fergonzi di lini depan menjadi andalan untuk menggedor pertahanan Persik. Sementara itu, Leo Guntara tetap dipercaya menjaga sisi kiri pertahanan, dan Omang tampil menggantikan Rivaldo Pakpahan.
Di lini tengah, nama-nama seperti Kato Mariano dan Stefano Lilipaly jadi pengatur tempo permainan. Statistik mencatat Borneo FC sudah mencetak 48 gol sepanjang musim dan kebobolan 37—angka yang menandakan mereka sangat produktif tapi juga rapuh di lini belakang.
Gol Cepat dari Lilipaly: Aksi Magic Peralta
Kick-off baru saja dimulai, namun Borneo langsung menekan. Bola dikuasai Guntara dan diteruskan ke Peralta yang tampil impresif. Meliuk masuk ke tengah, Peralta melepaskan umpan ajaib ke arah Stefano Lilipaly yang muncul dari sisi buta pertahanan Persik. Tanpa ampun, Lilipaly menyelesaikan peluang itu dengan dingin dan mengubah skor menjadi 1-0 untuk Borneo FC.
🎯 Umpan brilian Peralta dan penyelesaian dingin Lilipaly menjadi kombinasi yang sulit dihentikan.
Gol Kedua Borneo: Pato dan Rezeki yang Tak Terduga
Tekanan berlanjut dari Borneo FC. Bola kembali jatuh ke kaki Peralta yang mencoba menusuk dari tengah. Terjadi kemelut di depan gawang, dan tanpa diduga, bola liar jatuh tepat ke kaki striker andalan mereka, Matheus Pato. Striker asal Brasil itu tak menyia-nyiakan kesempatan dan mencetak gol keenamnya musim ini dari total 17 penampilan.
🧲 Sepak bola memang tak bisa ditebak—bola liar kadang menjadi berkah tersendiri.
Kebangkitan Persik: Ramiro Eksekusi Penalti dengan Dingin
Tak mau dipermalukan di kandang sendiri, Persik Kediri mulai bangkit. Mereka mendapatkan hadiah penalti yang dieksekusi sempurna oleh Ramiro Fergonzi. Tanpa ragu, sang striker menaklukkan kiper lawan dengan tendangan dingin penuh keyakinan. Gol ini membuat Ramiro mencetak gol ke-9-nya musim ini, menyamai rekan setimnya Zeva Lente.
❄️ Eksekusi penalti Ramiro seolah menunjukkan bahwa ia tak hanya tajam, tapi juga tenang di momen-momen krusial.
Hasil Akhir: Kedua Tim Berbagi Poin
Pertandingan ditutup dengan skor imbang 2-2, hasil yang adil untuk dua tim yang bermain ngotot sepanjang laga. Borneo FC unggul lebih dulu lewat Lilipaly dan Pato, namun Persik menunjukkan mental juara lewat kebangkitan yang dipimpin oleh Ramiro.
Kesimpulan: Duel Sengit, Mental Baja
Laga ini tak hanya menunjukkan kualitas teknik kedua tim, tetapi juga mentalitas juara yang dimiliki para pemain. Borneo FC mungkin kecewa karena gagal mengamankan kemenangan setelah unggul dua gol, namun kredit pantas diberikan untuk Persik yang pantang menyerah di hadapan pendukungnya.
